Tugas Individu
PEMANFAATAN
INTERNET SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

NAMA : SATRIANI
NIM : 1349040011
KELAS : A
PENDIDIKAN
GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
NEGERI MAKASSAR
2013/2014
PEMANFAATAN
INTERNET SEBAGAI MEDIA PEMBELAJAR
Perkembangan
teknologi informasi saat ini telah menjalar dan memasuki setiap dimensi aspek
kehidupan manusia. Teknolgi informasi saat ini memainkan peran yang besar
didalam kegiatan bisnis, perubahan sturktur organisasi, dan mannajemen organisasi.
Dilain pihak, teknologi informasi juga memberikan peranan yang besar dalam
pengembangan keilmuan dan menjadi sarana utama dalam suatu institusi akademik.
Mengutip apa yang dikatakan kadir (2003), secara garis besar, teknologi
informasi memiliki peranan : 1) dapat menggantikan peran manusia, dalam hal ini
dapat melakukan otomasi terhadap tugas atau proses; 2) memperkuat peran
manusia, yakni dengan menyajikan informasi terhadap suatu tugas dan proses; 3)
berperan dalam restrukturissi terhadap peran manusia, dalam melakukan
perubahan-perubahan terhadap kumpulan tugas dan proses. Berdasarkan pemahaman
diatas, maka kehadiran teknologi informasi telah memberikan kekuatan dan
merupakan potensi besar jikalau dimanfaatkan dengan baik.
Mengacu
pada paparan diatas, tentunya peranan teknologi informasi terkhususnya internet
tidak dapat disangkal dan telah memberikan kontribusi yang besar. Roy suryo
(2005), telah memberikan gambaran kepada kita bagaimana teknologi informasi
telah memainkan peranan yang penting dalam suatu komunikasi informasi. Dimana
pada tahun 50-an media komunikasi yang dipakai adalah jam dan kura-kura, pada
tahun 50-an s.d 70-an, media yang dipergunakan adalah surat dan teleks, 70-an
s.d 90-an media yang dipergunakan adalah telephon dan faks, dan pada tahun
90-an sampai sekarang, maka media yang dipergunakan adalah ponsel (HP), PC
(komputer), dan internet.
Sumber : Suryo (2005)
Berdasarkan
data statistic Indonesia, terlihat bahwa terkhususnya di Indonesia, terdapat
11,5 juta orang yang melakukan akses internet atau 5,2% dari total penduduk
Indonesia. Hal ini memberikan gambaran kepada kita bahwa pertumbuhan pengguna
internet di seluruh Indonesia berkembangan sangat pesat dan sudah menjadi suatu
kebutuhan utama bagi setiap orang.
Sumber : Suryo (2005)
Berdasarkan
statistic dunia, pada saat ini, Indonesia masih memiliki prosentasi penduduk
yang cukup rendah dalam penggunaan internet. Hal ini disebabkan karena
keterbatasan sumberdaya yang ada dan ketersediaan perangkat pendukungnya. Guna
lebih rinci maka dapat dilihat dalam gambar dibawah ini.
Sumber : Suryo (2005)
Terkhusus untuk Negara-negara ASEAN,
Indonesia masih berada dibawah Singapura, Philiphina, Malaysia, dan Thailand.
Hal ini di sebabkan karena Indonesia merupakan Negara yang memiliki populasi
penduduk terbesar dan merupakan Negara kepulauan serta memiliki pendapatan
perkapita yang masih rendah.
A.
Keuntungan
dan Kerugian Internet
Berdasarkan
paparan diatas, terlihat bagi kita bahwa teknologi iformasi, khususnya internet
memiliki peranan yang sangat penting dalam setiap dimensi pendidikan. Internet
memberikan kontribusi yang sangat besar didalam membantu setiap dimensi yang
ada untuk selalu mendapatkan informasi yang up to date. Jaringan internet
merupakan salah satu jenis jaringan yang popular dimanfaatkan, karena internet
merupakan teknologi informasi yang mampu menghubungan komputer di seluruh
dunia, sehingga memungkinkan informasi dari berbagai jenis dan bentuk informasi
dapat dipakai secara bersama-sama. Demikian juga dalam dunia pendidikan, berkat
adanya jaringan internet, maka dapat membantu setiap penyedia jasa pendidikan
untuk selalu mendapat informasi-informasi yang terkini dan sesuai dengan
kebutuhan.
Pemanfaatan
internet pada saat ini masih berada pada level perguruan tinggi, dan itupun
belum merata. Sedangkan pada level SD sampai dengan SMU/SMK, pemanfaatan
internet masih sangat minim dan terbatas pada daerah perkotaan yang sudah
memiliki jaringan atau koneksi internet. Dilain pihak dalam dunia pendidikan,
diperhadapkan pada kendala bahwa metode pembelajaran konvensional yang
diterapkan saat ini sudah tidak memenuhi kebutuhan dunia pendidikan yang ada.
Asep
Saepudin (2003), menyatakan bahwa pada jenjang dan jalur pendidikan lain di
mana proses belajarnya relatif masih konvensional (tatap muka), yang
sesungguhnya sudah tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan pendidikan untuk
masyarakat yang semakin kompleks, memerlukan inovasi dan media yang mampu
menangulanginya. Penulis berasumsi bahwa, dengan diselenggarakannya program
pendidikan jarak jauh seperti Program Belajar Paket A dan Paket B, SMP Terbuka
yang didirikan pada tahun 1979, Universitas Terbuka sejak tahun 1984, serta
pendidikan guru tertulis pada tahun 1955, dan program pendidikan dan pelatihan
jarak jauh di berbagai departemen (A.P. Hardhono, 1997), termasuk usaha
menuntaskan program Wajar 9 tahun dengan memakai sistem pendidikan jarak jauh,
adalah fakta bahwa pendidikan konvensional (tatap muka) tak mampu lagi memenuhi
kebutuhan pendidikan masyarakat hampir di semua jenis dan jenjang. Keterbatasan
ini dikarenakan oleh beberapa kendala, di antaranya. Pertama, kendala
dari pihak pemerintah yaitu terbatasnya dana untuk menambah lahan, gaji tenaga
pengajar, serta terbatasnya sumber daya manusia yang akan menjadi pengajar pada
institusi yang akan dibangun. Kedua, kendala dari pihak peserta belajar
(masyarakat) itu sendiri yaitu, selain jauhnya jarak tempat tinggal dengan
pusat sekolah, juga sebagian besar di antara mereka telah bekerja. Berdasarkan
pernyataan diatas, maka nampaklah bagi kita bahwa metode yang ada saat ini
tidak lagi menjamin untuk menghasilkan kualitas sumberdaya manusia dalam dunia
pendidikan. Hal ini menyebabkan perkembangan pendidikan yang ada sat ini
cenderung tertinggal dibandingkan dengan Negara lainnya.
Guna
menjembatani ketimpangan dan kelemahan diatas, maka kehadiran teknologi
informasi, terkhususnya internet sangat penting dan mutlak dalam memenuhi
kebutuhan dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, Asep Saepudin (2005)
menyatakan beberapa manfaat kehadiran teknologi informasi terkhususnya
internet: Pertama, hampir dapat dipastikan bahwa setiap kantor telah
memiliki dan menggunakan komputer. Demikian juga pada setiap keluarga, terutama
diperkotaan komputer sudah menjadi fasilitas biasa dan dapat dioperasikan oleh
hampir semua anggota keluarga. Jumlah keluarga yang mempunyai komputer
menunjukan peningkatan sebagai hasil kemajuan dari perkembangan ekonomi. Ini
berarti bahwa jumlah masyarakat yang mempunyai akses terhadap komputer
meningkat dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, program pendidikan berbasis
komputer dapat dikembangkan untuk kelompok (masyarakat) ini. Kedua,
proses penyampain materi ajar yang akan ditransformasikan kepada peserta
belajar dapat lebih efektif dan efisien, karena di Indonesia sudah banyaknya
dibuat software pendidikan oleh para pakar komputer, walaupun tergolong pada
fase “early stage” dan bersifat sporadis dan belum terkoordinir dengan baik.
Saat ini sudah banyak software pendidikan yang bermutu tinggi, namun biasanya
software tersebut adalah buatan luar negeri sehingga muncul kendala baru yaitu masalah
bahasa inggris.
Beberapa
contoh software pendidikan yang dikenal diantaranya: computer assisted
instruction (CAI), yang umumnya software ini sangat baik untuk keperluan
remedial. intelligent computer assited instructional (ICAL), dapat digunakan
untuk material tau konsep. Computer assisted training (CAT), computer assisted
design (CAD), computer assisted media (CAM), dan lain-lain.
Berdasarkan
pemahaman diatas, nampaklah bagi kita bahwa kehadiran internet dalam dimensi
pendidikan merupakan suatu hal yang mutlak, dan sudah merupakan kebutuhan.
Sebagai suatu kebutuhan, maka kehadiran internet pada dasarnya sangat membantu
dunia pendidikan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih kondusif
dan interaktif. Dimana para peserta didik tidak lagi diperhadapkan dengan
situasi yang lebih konvensional, namun mereka akan sangat terbantu dengan
adanya metode pembelajaran yang lebih menekankan pada aspek pemakaian
lingkungan sebagai sarana belajar. Oleh karena itu, Elangoan, 1999, Soekartawi,
2002; Mulvihil, 1997; Utarini, 1997, dalam soekartawi (2003), menyatakan bahwa
internet pada dasarnya memberikan manfaat antara lain: 1) Tersedianya fasilitas
e-moderating di mana guru dan siswa dapat berkomunikasi secara mudah melalui
fasilitas internet secara regular atau kapan saja kegiatan berkomunikasi itu
dilakukan dengan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat dan waktu. 2) Guru dan siswa
dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang terstruktur dan terjadual
melalui internet, sehingga keduanya bisa saling menilai sampai berapa jauh
bahan ajar dipelajari; 3) Siswa dapat belajar atau me-review bahan ajar setiap
saat dan di mana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di
komputer. 4) Bila siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan
bahan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet secara lebih
mudah. 5) Baik guru maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang
dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah ilmu
pengetahuan dan wawasan yang lebih luas. 6) Berubahnya peran siswa dari yang
biasanya pasif menjadi aktif; 7) Relatif lebih efisien. Misalnya bagi mereka
yang tinggal jauh dari perguruan tinggi atau sekolah konvensional, bagi mereka
yang sibuk bekerja, bagi mereka yang bertugas di kapal, di luar negeri,
dsb-nya.
Berdasarkan
hal tersebut, maka ada beberapa keuntungan jikalau kita menggunakan internet
sebagai media pembelajaran dalam pendidikan:
- Frekuensi tatap muka bukan lagi menjadi suatu kebutuhan yang mutlak, namun hal ini busa diakali dengan penyediaan bahan-bahan pengajaran yang dapat langsung diakses melalui internet
- Para peserta didik dapat langsung mendapatkan bahan-bahan yang selalu up- to date.
- Para peserta didik dapat memperkaya bahan-bahan yang ada dengan melakukan pencaharian di internet.
Manfaat
internet pada dasarnya tidak terlepas dari kekurangan-kekurangan yang ada. Hal
ini sangat tergantung pada institusi pendidikan, apalagi jikalau metode ini
dipergunakan maka akan berimplikasi pada : 1) ketersediaan sarana pendukung
yang harus menunjang; 2) ketersediaan jaringan internet yang memadai; 3) serta
perlu pula didukung oleh tingkat kecepatan yang memadai.
Dilain
pihak, Bullen, (2001), Beam, (1997), dalam Soekartawi (2003), menyatakan bahwa
kelemahan penggunaan internet adalah : 1) Kurangnya interaksi antara guru dan
siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa
memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar dan mengajar; 2)
Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya
mendorong tumbuhnya aspek bisnis/komersial; 3) Proses belajar dan mengajarnya
cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan; 4) Berubahnya peran guru dari
yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut
mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT; 5) Siswa yang tidak
mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal; 6) Tidak semua tempat
tersedia fasilitas internet (mungkin hal ini berkaitan dengan masalah
tersedianya listrik, telepon ataupun komputer); 7) Kurangnya tenaga yang
mengetahui dan memiliki ketrampilan soal-soal internet; dan 8) Kurangnya
penguasaan bahasa komputer.
Berdasarkan
pemahaman diatas, maka nampaklah bagi kita bahwa internet pada dasarnya
memiliki peranan yangcukup besar dan sangat penting dalam pengembangan
pendidikan. Namun hal ini juga perlu ditunjang oleh ketersediaan
sarana-prasarana yang mendukung, serta kesiapan pendidikan dan peserta didik
untuk beradaptasi dengan teknologi internet.
Penutup
Pada
dasarnya internet memberikan kemudahan bagi kita didalam mengembangkan
pendidikan dan pengajaran dalam bidang IPS dan sosiologi. Kehadiran internet
untuk saat ini sudah menjadi kebutuhan bagi siapa saja, tidak terbatas hanya
pada pelaku bisnis, namun hal ini juga udah merambah dalam berbagai bidang,
terutama dunia pendidikan. Namun untuk menjadikan internet sebagai basis
pengajaran, kelemahan utamanya adalah ketrsediaan sarana prasarana pendukung
seperti jaringan internet, ketersediaan komoputer, dan berbagai sarana lainnya
yang mesti disedia. Selain itu, perlu juga didukung dengan tingkat akses yang
memadai.
Guna
mencapai tingkat pembelajaran yang efektif, maka sudah semestinya setiap
institusi pendidikan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Oleh karena
itu, sudah saatnya kita perlu memikirkan pemanfaatan teknologi informasi d.h.i.
internet dalam setiap pengembangan kurikulum dan bahan ajar di setiap sekolah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar